Tiga Mahasiswi Prodi MBS Menjadi Wakil STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dalam Program Pejuang Muda Kemensos RI Tahun 2021

Program Pejuang Muda Tahun 2021 yang diprakarsai Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia serta Kementerian Agama Republik Indonesia ini telah memberikan kesempatan emas kepada generasi bangsa khususnya mahasiswa semester 5 pada perguruan tinggi untuk menjadi pejuang muda. Mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau berjumlah 3 orang yang lulus dalam seleksi yang dikuti lebih kurang 11.000 mahasiswa seluruh Indonesia. Mereka yang lulus adalah Herdina Yusliani, Nufikha dan Devira Aulia Bidari yang ketiganya dari Prodi Manajemen Bisnis Syari’ah Semester 5.

“Alhamdulillah, bahagia rasanya bisa menjadi salah bagian dari 5.140 peserta dari program pejuang muda. Program ini juga memiliki kegiatan- kegiatan yg menarik, mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan dan dapat mengindentifikasi masalah dari daerah² yg dipilih. Dengan adanya program ini saya sebagai mahasiswa yg dapat langsung berpartisipasi dengan kegiatan ini, tidak hanya dari segi ilmu saja yg kami dapat, tetapi juga pengalaman” unkap Nufikha bahagia.

“Alhamdulillah senang banget rasanya bisa lolos dari 11.109 pendaftar dan menjadi bagian dari pejuang muda, program-program didalamnya yang di sajikan juga menarik dan sangat banyak manfaatnya. dengan adanya program dari kemensos ini para mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya untuk memberi dampak sosial secara konkret. Semoga ini menjadi wadah juga buat kami untuk meningkatkan rasa sosial yang tinggi dan juga menambah pengalaman yang bermanfaat” kata Herdina mengekspresikan kesannya.

“Dapat berpartisipasi dalam program pejuang muda yang dilaksanakan oleh Kemensos RI adalah sebuah kebanggaan untuk diri sendiri. Memenuhi beberapa syarat tertentu, dan melewati Tes Seleksi LGD, yang tentunya itu adalah pertama kalinya untuk saya. Saya sangat menantikan untuk terjun langsung ke masyarakat dan melaksanakan program-program kerja yang nantinya akan dilaksanakan” terang Devira bersemangat.

Kaprodi MBS merasa sangat bahagia dengan pencapaian Mahasiswa dari prodinya tersebut. “Saya sangat merasa bangga dan bahagia sekali ketika mendapat kabar dari ketiga mahasiswa yang bersangkutan menginformasikan prihal kelulusan mereka dalam seleksi Pejuang Muda” ungkap Kamaruzaman.

Sebagaimana informasi yang disampaikan melalui laman https://pejuangmuda.kemensos.go.id/ bahwa:

Konsep Pejuang Muda

Pejuang Muda adalah laboratorium sosial bagi para mahasiswa mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya untuk memberi dampak sosial secara konkret. Melalui Program setara 20 SKS ini, mahasiswa akan ditantang untuk belajar dari warga sekaligus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, pemuka masyarakat, tokoh agama setempat serta seluruh stakeholder penggerak sosial di daerah

Ruang Lingkup kerja mahasiswa dalam Pejuang Muda

  • Mahasiswa turun langsung ke daerah yang membutuhkan bantuan
  • Mahasiswa akan berkolaborasi (magang) di Kementerian Sosial untuk mendukung program-programnya
  • Bersama Kementerian Sosial, mahasiswa akan merancang dan mengeksekusi program sosial yang relevan untuk daerah tersebut
  • Mahasiswa juga akan merancang digital campaign untuk mendukung program sosial yang dijalankan

Program akan berfokus pada beberapa kategori. Hal ini dilakukan agar :

  • Program mahasiswa lebih fokus dan terukur
  • Mahasiswa bisa mengikuti program yang sesuai dengan jurusan atau isu yang menarik baginya.

Dokumentasi bersumber dari laman web resmi pejuang muda: